La Tahzan

Assalamu'alaikum wbt..

Segala puji bagi Allah Yang Pengasih lagi Maha Penyayang serta selawat dan salam ke atas Rasulullah S.A.W yg sgt dikasihi serta para keluarga dan sahabatnya.

Kaifa haluqum ya antum wa antunna? Diharap kalian sentiasa berada di rahmat dan kasihNya selalu. Amiin~ MySpace

Untuk post kali ini, aNa ingin berkongsi serba sedikit kata motivasi which is taken from a book called La Tahzan. Moga bermanfaat buat semua. Hayya qiraah. MySpace

- Hakikat Dunia Yang Sebenarnya -

Ukuran kebahagiaan itu ada dalam kitab Allah yang agung, dan takaran dari segala sesuatu itu ada dalam kualiti zikir kepada Yang Maha Bijaksana. Dialah yang menetapkan segala sesuatu, nilai dan balasannya kepada hamba, baik ketika masih di dunia mahupun ketika di akhirat kelak.

"Dan sekiranya bukan kerana hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang kafir terhadap Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak untuk rumah mereka dan juga tangga-tangga (perak) yang mereka naikinya. Kami (buatkan pula) pintu-pintu (perak) untuk rumah-rumah mereka dan begitu pula dipan-dipan yang mereka bertelekan di atasnya dan Kami buatkan pula perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Semua itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu; disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. (Az-zukhruf : 33-35)

Ayat ini menggambarkan dengan jelas tentang hakikat kehidupan berserta nilai-nilai material, dan tentang status sosial, kehidupan, istana-istana, rumah-rumah mewah, emas, perak dan kedudukan sosial yang ada padanya.

Dengan memberikan segala sesuatu kepada orang-orang kafir secara sekaligus dan sebaliknya tidak berharga kepada umat manusia. Betapa tiada bernilainya dunia ini.

'Atabah bin Ghazwan R.A, seorang sahabat Rasulullah S.A.W yang terkenal itu, mengungkapkan rasa hairan ketika ia sesekali berkhutbah Juma'at. Ia bernostalgia; bagaimana getirnya saat itu ketika bersama Rasulullah S.A.W., ketika hanya boleh makan dedaunan pada saat-saat jihad di jalan Allah. Saat-saat seperti ini ia rasakan sebagai saat yang paling disukai sepanjang usianya dan sebagai hari-harinya yang manis. Selanjutnya, sepeninggalan Rasulullah S.A.W, dia masih diberi umur oleh Allah dan diangkat menjadi seorang penguasa dan juga seorang hakim. Menurutnya, kehidupan yang harus dihadapi sepeninggalan Rasulullah S.A.W adalah kehidupan yang sangat tidak berharga.

"Ku lihat orang-orang yang sengsara
tidak pernah bosan dengan dunia
sekalipun mereka di dalamnya
hidup dengan kelaparan
Kulihat dunia ini sekalopun menyenangkan
tak ubahnya seperti awan di musim panas
dalam waktu sekejap ia pergi tanpa kesan
."

Sa'ad bin Abi Waqqash R.A merasa kebingungan saat diangkat menjadi penguasa di Kufah sepeninggalan Rasulullah S.A.W. Ia melihat kenyataan yang sangat berbeza dibandingkan saat bersama Rasulullah S.A.W., yang cukup hanya dengan makan tumbuh-tumbuhan, dan hanya makan kulit kambing yang kering, dipanggang, ditumbuk lalu direbus dengan air. Ia melihat betapa tidak berharganya istana-istana dan rumah-rumah yang indah.

"Dan sungguh akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia." (Ad-dhuha : 4)

Itu ertinya ada sesuatu dalam hal ini, dan ada sesuatu yang tersembunyi di sebalik masalah ini; kehidupan dunia yang tidak berharga."

"Apakah mereka mengira bahawa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu bererti bahawa Kami bersegera memberikan kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak menyedarinya. (Al-Mu'minun : 54-55)

Rasulullah S.A.W bersabda: "Demi Allah, bukanlah kefakiran yang lebih aku khuatirkan atas diri kalian."

Ketika Umar R.A memasuki rumah Rasulullah S.A.W, baginda sedang berada di tempat minumnya. Dilihatnya kesan-kesan bekas tikar di punggung Rasulullah S.A.W dan hanya ada karung gandum yang tergantung dirumahnya. Tanpa disedari, air mata Umar mengalir di pipinya. Sebuah pemandangan yang sangat menyentuh perasaannya, kerana saat itu baginda adalah seorang teladan dan pemimpin bagi seluruh umat manusia, tetapi baginda dalam keadaan yang sangat sederhana seperti ini.

Mereka berkata: "Mengapa Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?" (Al-Furqan : 7)

Tercetus ucapan dari bibirnya: "Wahai Rasulullah, engkau telah mengetahui pola hidup Kisra dan Kaisar."

Rasulullah S.A.W menjawab: "Wahai Ibnu al-Khattab, apakah engkau masih meragukanku. Tidakkan engkau redha jika kesenangan akhirat menjadi milik kita, sedang mereka hanya memperoleh kesenangan dunia."

Ini adalah sebuah perbandingan yang sangat jelas, dan pembahagian yang sangat adil. Biarkanlah orang yang menerima itu akan memperolehkannya, dan biarkan pula orang yang tidak suka akan membencinya. Biarkanlah orang yang menginginkan kebahagiaan itu mencarinya di dalam dirham, dinar, istana dan kenderaan, dan biarkan pula ia berusaha untuk itu saja. Demi Dzat yang tiada Tuhan selain Allah, mereka tidak akan mendapatkannya.

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, nescaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Hud :15-16)

Seorang penyair mengatakakan:

"Ku tinggalkan dunia
untuk beralih kepada yang lainnya
kerana tiada yang diharapkan dari dunia ini
bagi orang-orang soleh
."

Sekian dari aNa, jazakallahu khairan kathir a'la qiraah. Barakallahu fikum wa ilalliqo'.. MySpace

4 comments:

Ibnu Ramlee said...

Alhamdulillah,catatan yg menambah ilmu. Blog anda cantik...

Nur Liza [75] said...

salam alayk

syukran jazilan a'la ziarah.

insya-Allah mudah2an menjadi ilmu bermanfaat buat semua. amiin~ =)

Anonymous said...

Assalamu'alaikum ucu ^_^

baru je terniat nak tulis tentang buku La Tahzan yang bersize giant tu.. hee~

ucu dah tulis...
takpe kan achik tulis, isi lain2..
kan? kan?

lalalala

lama dia tak berkunjung ke blog kita..

dak kecik memang!
uh! tamo kawan!

Nur Liza [75] said...

wa'alaikumussalam achik~

hehe.. apa salahnya achik tulis di blog achik aidhon.. kita sama2 berkongsi ilmu kan2? hee~

alolo.. ucu ada la singgah blog achik.. (tgh cuba ingat bila) hehe~

achik ni sikit2 tamo kawan. tamo kawan sudah. berukhwah fillah boleh kan? ngee~ ^.^

 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 ~A Journal of Success~ |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.